Penyakit Cacar Ular: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Sabtu, 08 Februari 2025 16:48

Apa Itu Penyakit Cacar Ular?

Penyakit cacar ular, juga dikenal dengan sebutan herpes zoster atau cacar api, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus ini sama yang menyebabkan cacar air pada masa kanak-kanak. Meski sudah sembuh dari cacar air, virus ini tetap tinggal dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif di sel saraf. Ketika sistem kekebalan tubuh menurun, virus ini bisa aktif kembali dan menyebabkan cacar ular.

Cacar ular ditandai dengan munculnya ruam dan bintil berisi cairan yang biasanya terbatas pada satu sisi tubuh, mengikuti jalur saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang sangat mengganggu.

Gejala Cacar Ular

Sebelum ruam muncul, penderita cacar ular biasanya merasakan beberapa gejala awal yang menyerupai flu. Berikut adalah beberapa gejala umum yang muncul pada fase awal:

  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Merasa lelah dan lemas
  • Perut terasa tidak nyaman
  • Terasa sensitif terhadap cahaya

Beberapa hari kemudian, gejala yang lebih khas dari cacar ular mulai muncul, yaitu:

  • Rasa terbakar, gatal, atau nyeri pada kulit sebelum muncul ruam
  • Ruam yang memanjang seperti pita pada satu sisi tubuh
  • Ruam yang disertai dengan bintil berisi air yang bisa pecah dan berubah menjadi koreng dalam waktu sekitar 10 hari
  • Koreng yang mengering dalam waktu 2-3 minggu

Walaupun gejalanya bisa berbeda-beda, penyakit ini umumnya akan sembuh dalam 3-5 minggu. Namun, beberapa orang mungkin mengalami nyeri yang berlanjut setelah ruam hilang, yang disebut dengan nyeri postherpetik.

Penyebab Cacar Ular

Seperti yang disebutkan sebelumnya, cacar ular disebabkan oleh virus varicella zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak sepenuhnya hilang, melainkan bersembunyi dalam sel saraf. Ketika sistem imun melemah, misalnya karena stres berat, penyakit, atau penuaan, virus ini bisa kembali aktif dan menyebabkan herpes zoster.

Meski cacar ular tidak bisa menular secara langsung seperti cacar air, namun virus ini masih bisa menyebar melalui cairan yang ada pada lepuhan atau bintil pada penderita. Oleh karena itu, kontak langsung dengan cairan dari lepuhan atau menghirup cairan dari lepuhan penderita bisa menyebabkan penularan.

Faktor Risiko Penyakit Cacar Ular

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit cacar ular. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Usia lebih dari 50 tahun
  • Kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit seperti diabetes, HIV/AIDS, atau kanker
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti obat untuk transplantasi organ
  • Stres berat yang dapat melemahkan sistem imun tubuh

Penderita dengan salah satu atau lebih faktor risiko ini lebih rentan untuk mengalami reaktivasi virus varicella zoster.

Penanganan Cacar Ular

Pengobatan untuk cacar ular bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti nyeri postherpetik. Berikut adalah beberapa cara untuk menangani penyakit cacar ular:

Obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat membantu mengatasi infeksi dan meredakan gejala, antara lain:

  • Obat antivirus seperti acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir
  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit akibat lepuhan
  • Obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan, terutama jika cacar ular menyerang mata
  • Antibiotik jika terdapat tanda infeksi sekunder pada lepuhan

Perawatan Mandiri

Selain pengobatan medis, ada beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk meredakan gejala cacar ular, seperti:

  • Mengenakan pakaian longgar dan berbahan katun agar tidak mengiritasi kulit
  • Istirahat yang cukup untuk mendukung pemulihan tubuh
  • Kompres dengan air dingin untuk mengurangi rasa gatal atau terbakar
  • Menggunakan losion kalamin untuk menenangkan kulit yang gatal
  • Berendam dengan oatmeal hangat untuk mengurangi gatal dan melembapkan kulit

Komplikasi dari Cacar Ular

Meski sebagian besar orang sembuh dari cacar ular tanpa komplikasi serius, beberapa orang bisa mengalami masalah lebih lanjut. Salah satunya adalah nyeri postherpetik, yaitu rasa nyeri yang terus berlanjut meskipun ruam telah sembuh. Komplikasi lain bisa terjadi jika infeksi menyebar ke area mata atau saraf wajah, yang membutuhkan penanganan medis segera.

Vaksinasi Cacar Ular

Untuk mencegah cacar ular, vaksinasi sangat dianjurkan, terutama bagi orang yang berusia lebih dari 50 tahun. Vaksin cacar ular diberikan dalam dua dosis dan dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi serta mengurangi keparahan gejalanya jika penyakit ini muncul.

Baca Juga: Penyakit Anemia Aplastik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya